by

Tahap Perkembangan Bayi Pada Usia Emas

Apabila diperhatikan, perkembangan bayi sebenarnya cukup cepat. Dari saat lahir tidak bisa apa-apa sampai ketika 12 bulan ada beberapa yang sudah bisa berjalan. Meskipun begitu, perkembangan bayi satu dengan lainnya tidaklah sama. Ada yang lebih dulu berjalan, ada pula yang lebih dulu berbicara. Ada yang baru 12 bulan sudah bisa berjalan, ada pula yang 12 bulan baru bisa berbicara. Semuanya adalah perkembangan yang normal. Secara umum, tahap perkembangan bayi bisa diuraikan sebagai berikut.

Pada usia 3 – 4 bulan, biasanya bayi sudah mulai belajar tengkurap. Tengkurap pada bayi diawali dengan kemampuan memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri, lalu pada usia 1,5 – 2 bulan bayi belajar berguling. Kemudia pada usia 3-4 bulan, saat otot lehernya semakin kuat  bayi dapat berbaring telentang dengan memandang lurus ke depan. Lengan dan kakinya pun lebih bebas bergerak sejalan dengan kemampuannya menggerak-gerakkan kepalanya. Kemudian pada usia 5 bulan bayi bisa tengkurap sendiri.

Pada usia 4 bulan, biasanya bayi sudah belajar mengangkat kepala.
Bayi dapat mengangkat kepala membentuk sudut 45 derajat dengan cara bertopang pada kedua tangannya pada usia 3 bulan. Di usia 4 bulan, bayi bisa mengangkat kepalanya dengan sudut 90 derajat dalam posisi tengkurap. Kemampuan mengangkat kepalanya ini membantu melatih ketajaman penglihatannya.
    
Pada usia 4-5 bulan, biasanya bayi sudah bisa memekik gembira. Pada usia 4 bulan ke atas, bayi mengeluarkan suara dengan tujuan lebih jelas. Bayi akan berteriak dengan gembira bila berhasil mencapai keinginannya. Ia mengungkapkan perasaannya dengan suara yang dikeluarkannya.

Pada usia 7-8 bulan, bayi sudah bisa memegang dua benda di dua tangan. Di usia 7-8 bulan, bayi bisa menggunakan tangan yang berbeda untuk tujuan berbeda. Satu tangan digunakan untuk bereksporasi, sementara tangan lain untuk memegang.
    
Pada usia 7-8 bulan, biasanya bayi sudah bisa duduk. Karena pada usia sekian otot-otot punggung dan lehernya sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya. Setelah  belajar mengangkat kepalanya saat tengkurap, tahap selanjutnya bayi akan belajar bagaimana menyangga tubuhnya menggunakan kedua lengannya dan mengangkat tubuhnya. Pada usia 6 bulan, bayi akan mencoba duduk sendiri dengan mengandalkan satu atau kedua tangannya untuk duduk. Kemudian di usia 7 – 8 bulan bayi dapat duduk sendiri dari tengkurap kemudian bangun sendiri dengan bantuan tangannya..

Pada usia 7-8 bulan, bayi sudah bisa merangkak. Usia rata-rata bayi  belajar merangkak adalah 7-8 bulan. Bayi dapat mengangkat kepalanya untuk melihat sekelilingnya dan otot-otot lengan, kaki dan punggungnya cukup kuat untuk mencegahnya jatuh ke permukaan saat ia mencoba bangkit dengan bantuan tangan dan lututnya.

tahap perkembangan bayi



Pada usia 6-9 bulan, bayi sudah mulai makan sendiri. Saat bayi sudah bisa menggunakan tangan dan jari-jarinya dengan baik dan koordinasi mata serta tangannya yang juga semakin baik maka bayi bisa belajar makan sendiri. Bayi dapat meraih benda yang jaraknya sekitar 25 cm dengan kedua tangannya kemudian memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lain.

Pada usia 9-12 bulan bayi biasanya sudah mengenal wajah anggota keluarga dan takut pada orang yang belum dikenal.
Bayi akan mengenali anggota keluarganya di usia sekitar 6 bulan, dan pada saat itulah bayi mulai dapat membedakan wajah orang-orang dekatnya. Sehingga usia 9 bulan ke atas bayi mulai sadar wajah orang-orang yang asing baginya. Ketika bayi menyadari sedang seorang diri dengan orang yang tidak dikenalnya, timbul rasa takut dan biasanya akan menangis.

Pada usia 12-13 bulan bayi sudah mulai belajar berjalan. Pada usia 8-9 bulan biasanya bayi sudah memiliki kemampuan untuk berdiri karena otot-otot kakinya semakin terlatih dan kuat. Hal itu akan terus meningkat sampai bayi bisa berjalan pada usia 12 – 13 bulan.

Pada usia 18-24 bulan, bayi sudah mulai bisa berbicara. Biasanya anak bisa lancar bicara di usia 2 tahun. Bayi mengawalinya dengan menggunakan lidah, mulut, langit-langit dan gigi-geliginya untuk membuat suara yang kemudian kata-kata tak berbentuk ini menjadi kata yang memiliki arti. Sejak itu, setiap saat anak mengutip kata-kata yang didengarnya baik dari ibu atau orang-orang di sekitarnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed